Everyday Blessing: FAITHFULNESS (KESETIAAN)

Gambar/Ilustrasi: Jon Tyson on Unsplash

📖2 Timotius 4:7
(7) Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

Kesetiaan kita belum bisa kita nyatakan sebagai kesetiaan penuh sebelum kita mencapai garis akhir, yaitu akhir dari nafas hidup kita. Siap sedialah masuk ujian kesetiaan melalui berbagai hal. Orang Kristen yang setia bukan seorang yang tidak memiliki masalah atau penderitaan dalam kehidupannya. Kesetiaan diuji saat kita tetap setia walau mengalami aniaya dan penderitaan tapi kita tetap percaya kepada TUHAN.

Ayat ini digambarkan oleh Rasul Paulus , kita seperti seorang pelari marathon yang berlari dalam satu area atau gelanggang pertandingan yang jauh, tetapi tetap bertahan sampai garis akhir. Paulus dapat bertahan sampai garis akhir dan setia sampai mati. Penderitaan Paulus tidak sedikit, bukan saja menderita karena Injil, diapun mengalami sakit yang belum sembuh, namun ia tetap setia walau dalam penjara hingga akhir hayatnya.

Misi: Periksa , sakit hati kita yang masih ada sampai hari ini. Kemalasan kita dalam mengerjakan Misi Amanat Agung TUHAN. Pelayanan yang kerap kita lalaikan atau remehkan hingga hari ini. Ketidaksetiaan kita dalam mendukung misi TUHAN juga harus diperiksa. Jangan kita bagaikan angin yang silih berganti berhembus, kadang kencang lalu menghilang, itu semua tanda-tanda ketidaksetiaan, ketidakonsistenan kita yang tidak kita sadari. Mari kita berjuang memupuk iman kita, agar kesetiaan kita konsisten dan terus berakar semakin dalam pada pribadi Yesus saja, sehingga kita dapat akhiri hidup kita dalam kesetiaan kepada TUHAN sampai akhir.

Doa: Tuhan Yesus kesetiaanMu adalah teladan dan bukti bahwa kesetiaan itu Engkau kehendaki ada juga dalam diri kami. Kami mau terus merambatkan akar iman kami ke dalam pribadiMu, bagaikan akar pohon merambat dalam ke dalam tanah hingga sanggup menopang batang pohon saat diterpa angin badai dan banjir. Roh Kudus tolong kami supaya kami memiliki semangat dan kesadaran untuk terus melakukan disiplin rohani secara konsisten dan tertuju pada pertumbuhan rohani yang dekat pada pribadiMu. Terima kasih buat Firman-Mu yang membimbing dan mengingatkan kami akan kesetiaan sampai akhir. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

Disusun oleh: Tim Task Force Doa &  Konseling

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *