đź“–Mazmur 31:16
“Masa hidupku ada dalam tangan-Mu”
Salah satu kesalahan besar yang kita buat sebagai orang percaya adalah kita lupa bahwa waktu Allah jarang sama dengan waktu kita. Kita berpikir dan berencana dalam kesementaraan, sedang Allah berpikir dan berencana dalam kekekalan. Ini artinya kita menginginkan apa yang kita rasa baik saat ini dan ingin segera melihat hasilnya. Namun Allah ingin bersabar dan bertindak cermat selagi Dia berinvestasi di diri kita selama waktu tertentu untuk menghasilkan yang jauh lebih baik dan lebih lama dampaknya ketimbang yang kita pikirkan.
Seperti halnya anak kita mencoba membujuk kita untuk memberikan apa yang mereka mau dengan segera, kita kerap kali mencoba membujuk Allah untuk segera memberi apa yang kita mau. Allah mengasihi kita lebih daripada kita mengasihi anak-anak kita. Dan Dia terlalu mengasihi kita untuk luluh pada permohonan kita. Dia tahu bahwa sesuatu yang lahir prematur akan sulit bertahan hidup, jadi Dia menunggu sampai Dia tahu bahwa segalanya sudah siap untuk mewujudkan mimpi kita.
Allah melihat dan mengerti bahwa kita tidak melihat dan memahami. Dia meminta kita untuk mengesampingkan kecenderungan daging kita untuk ingin tahu apa yang akan terjadi di hidup ini dan kapan terjadinya. Dia juga ingin supaya kita berhenti frustrasi karena sesuatu yang tak berjalan sesuai rencana kita. Lalu untuk rileks, menikmati prosesnya, dan percaya bahwa Dia mengerjakan segalanya sesuai waktu-Nya dan sesuai rancangan-Nya yang penuh hikmat.
Tanpa mempercayai Allah, kita takkan mengalami kepuasan dan kenikmatan dalam hidup; kita akan selalu bergumul untuk “membuat sesuatu terjadi” seturut waktu kita. Kita harus ingat bahwa Allah bukan hanya memiliki rencana atas hidup kita; Dia juga tahu kapan waktu yang tepat untuk tiap aspek dari rencana itu. Melawan dan mengingkari waktu Allah sama saja dengan melawan dan mengingkari kehendak-Nya di hidup kita. Allah sedang bekerja, dan sering dengan cara-cara yang tak bisa kita lihat, untuk menyatakan rencana-Nya dalam hidup kita dengan cara yang terbaik. Kita hanya perlu percaya kepada Dia sambil menunggu mimpi kita pada akhirnya dapat terwujud.
Misi: Percayalah kepada-Nya.
Kita bisa percaya bahwa Allah sedang mengerjakan rencana-Nya bagi hidup kita. Dia menyiapkannya untuk kita dan diri kita untuk rencana-Nya.
Doa: Ya Bapa, tolong kami untuk percaya akan rencana-Mu yang indah. Mungkin kadang tak terwujud sesuai waktu kami, namun perwujudan mimpi kami sedang berjalan. Tolong kami percaya kepada-Mu dan masuk ke tempat perhentian-Mu dan saat waktunya sudah tepat, Engkau akan memanggil nama kami. Kami mau taat dan percaya pada-Mu selalu. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

