Kreativitas itu Ditumbuhkan!

Kreativitas itu Ditumbuhkan Bukan Dibentuk

Kemdikbud 1 Maret

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan kreativitas merupakan sesuatu hal yang ditumbuhkan dan bukan dibentuk oleh pemerintah. Sehingga memerlukan ruang untuk bertumbuh mulai dari rumah dan sekolah,” ujarnya dalam konferensi pers “Lokakarya Nasional tentang Pelaporan Periodik Konvensi UNESCO 2005” di Hotel Grand Kemang Jakarta, Selasa (1/3).

Oleh karena itu Mendikbud mendorong sekolah-sekolah memberi ruang bagi tumbuhnya kreativitas siswa. Baik guru maupun orang tua mempunyai peran penting dalam menumbuhkan kreativitas anak. Ruang berekspresi yang cukup, didukung dengan bimbingan guru dan orang tua akan membuat tumbuhnya kebiasaan kreatif.  Sehingga kreativitas mendapat tempat di rumah dan sekolah.

Telah dikatakan bahwa “Ujian Nasional (UN) tidak lagi menentukan kelulusan siswa, jadi ini membuka ruang untuk sekolah berekspresi. “Dia pun menyebutkan kurikulum pendidikan di sekolah sekarang ini tidak hanya mengatur tentang aktivitas intrakurikuler namun juga ekstrakurikuler dan aktivitas nonkurikuler.

“Cara menilai siswa juga harus berubah, karena cara menilai tersebut mendorong terjadi perubahan perilaku. Bila peajaran menggambar menjadi penentu kelulusan maka akan muncul bimbingan belajar menggambar.

Mendikbud mencontohkan di Swedia pada tahun 1766 sudah menyediakan ruang kebebasan berekspresi dalam bentuk UU Kebebasan Pers. Sejak 1766 Swedia kemudian mampu menumbuhkan budaya kreatif warga negaranya. Tidak heran bila saat ini, industri kreatif di negara tersebut sangat maju.

Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Johanna Brismar Skoog mengatakan keanekaragaman budaya di Indonesia sangat beragam dan menakjubkan. “Indonesia memiliki keragaman budaya yang luar biasa. Sesuatu hal yang tidak dimiliki negara lain,” terang Dubes Skoog.

Skoog yakin kebebasan pers sejak 1766 meningkatkan daya kritis dan kreativitas masyarakat. Kreativitas itu pula, lanjut Skoog, membuat Swedia mampu berinovasi dalam berbagai bidang. Skoog menyebut pada sektor komunikasi ada perusahaan asal Swedia yang menempati urutan atas seperti Ericcson, kemudian juga perusahaan otomotif seperti Scania.

“Kreativitas membuka jalan pada pembangunan yang berkelanjutan. Kami percaya, Indonesia akan menjadi pusat kreativitas dunia karena kaya akan budaya,” tutur Dubes Skoog, yakin.

Anies mengakui bahwa selama ini pendidikan lebih menekankan pada produktivitas dan bukan kreativitas. Akibatnya sisi kebudayaan di sekolah mendapat porsi sedikit. “Padahal, kalau kita dorong kreativitas, maka tak terbatas,” ujar dia.

(sumber : kemdikbud.go.id & republika)

Comments