Sekolah Kristen Sebagai Komunitas Belajar Kristen

 

Diagram NHI hal 6color

SEKOLAH KRISTEN SEBAGAI KOMUNITAS BELAJAR KRISTEN

Sekolah Kristen perlu memiliki nilai-nilai dasar yang bersumber pada Alkitab. Bagaimanakah sebuah sekolah Kristen dapat mengubah pendekatan pembelajarannya sehingga sungguh mencerminkan nilai Kristiani? Sekolah haruslah berpusat pada Kristus dan memiliki komunitas belajar yang berdasarkan nilai-nilai Alkitab.

Alkitab mengajarkan semua orang diciptakan dengan maksud untuk bekerja sama dan bertumbuh dalam komunitas (Efesus 4:1-16). Sekolah Kristen haruslah bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masing-masing pribadi maupun bersama. Manusia perlu dipelihara dalam sebuah komunitas yang penuh dengan kasih, tempat setiap orang dihargai dan didukung untuk bekerja bersama dengan menghidupkan kebenaran dalam kehidupan sehari-hari (Efesus 4:15-16).

Sekolah Kristen mengenal Kristus sebagai Tuhan melalui sekolah dan semua aktivitas yang ada. Kristus adalah sang Pencipta dan Penjaga seluruh dunia ini. Sekolah Kristen mengenal aspek ketuhanan ini dalam segala hal. Para guru Kristen perlu memikirkan dengan bijak mengenai bagaimana manusia hidup dan berpikir dalam dunia ini serta membantu para murid berjalan sesuai dengan nilai-nilai kristiani. Para murid harus menjaga pemikiran dan tindakan mereka agar tidak dibentuk oleh pemikiran dan cara-cara duniawi (Roma 12:1-12; Efesus 4:16-20).

Sekolah Kristen mencari kemuliaan Tuhan dalam setiap aspek kurikulum dan mendasarkannya pada prinsip-prinsip Alkitab. Sekolah haruslah memiliki kurikulum yang dapat menyatukan nilai-nilai Kristiani dengan prinsip-prinsip alkitabiah dalam semua bidang studi.

Dalam komunitas pembelajaran Kristen, kita semua tahu bahwa kita diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah serta didorong untuk saling mengasihi sesama. Agar sekolah benar-benar mencerminkan sekolah Kristen, hubungan antara guru dengan murid dan anggota komunitas perlu dilandasi dengan kasih dan kerelaan untuk memaafkan. Nilai keadilan dan keterbukaan juga perlu dihadirkan.

Mereka yang memimpin sekolah harus mengenal Yesus Kristus sebagai Tuhannya dan bijaksana sambil berdoa saat mengambil kebijakan dan keputusan. Menyertakan Roh Kudus dalam memimpin kehidupan mereka supaya bisa mengajarkan keteladanan mereka kepada murid.

Diperlukan para pendidik yang mencintai dan memuliakan Yesus Kristus, dan membuat-Nya sebagai pusat dari
kehidupan dan pengajaran mereka. Yang terutama ialah para guru menyatakan kebenaran Alkitab dalam pengajaran mereka dan dalam hubungannya dengan sesama anggota sekolah Kristen. Para guru
haruslah mempraktikkan kebenaran itu dalam sebuah komunitas
yang penuh kasih (Efesus 4:15).

Tuhan telah memberikan orangtua sebuah tanggung jawab untuk pendidikan anak-anak mereka (Efesus 6:4; Ulangan 6:5-7). Para guru secara profesional berperan penting dalam pendidikan anak-anak, namun keluarga dan gereja juga sangat berperan penting. Selain itu, peran pemerintah juga diperlukan untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang mempersiapkan mereka pada kehidupan yang layak
di masa mendatang.

( dikutip dari Buku Pertama “Pengantar Interaksi Belajar Mengajar yang Efektif ” Majelis Pendidikan Kristen & New Hope International )

Comments

  • Herman Lengam,S.Sos
    Reply

    saya Herman Lengam – pengasuh sekolah minggu pada jemaat GKI Ebenhaezer Fanindi di Manokwari Papua Barat. Saya bekerja sebagai PNS di LPP RRI di Manokwari. Achir Pebruari 2016 kami di Manokwari membentuk sebuah organisasi pengajar Kristen dari sekolah sekolah yang ada di Manokwari (SD – SMA/SMK) tujuannya mengejar ketertinggalan pendidikan di Papua – lebih khusus di Manokwari. Langkah yang dilakukan selanjutnya oleh organisasi ini adalah melakukan jam doa serentak di seluruh sekolah sekolah,dan ada dua kegiatan lainnya. Saya dilibatkan dalam organisasi ini mungkin krn saya pengasuh SM. Saya harap bisa bergabung dgn MPK dalam rangka memajukan pendidikan di Manokwari spt visi MPK ini. Terimkasih.
    Herman Lengam
    Manokwari