Ujian Nasional Berbasis Komputer

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Untuk Sekolah Yang Benar-Benar Sudah Siap

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hanya diberlakukan untuk sekolah yang benar-benar sudah siap menyelenggarakannya, “Kalau sekolah belum siap, belum boleh, tutur Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan di Bangka Tengah, Bangka Belitung pada Kamis 10 Maret yang lalu. Ia menjelaskan, UNBK hanya diberlakukan untuk lembaga pendidikan setingkat SMK dan sudah disampaikan ke seluruh daerah di Indonesia. Ia mengatakan, jika dikatakan seluruh daerah sudah siap bukan berarti seluruh sekolah memberlakukan UNBK. Hal itu berarti setiap provinsi diwakilkan sekolah tertentu untuk menggelar UNBK.

“Minimal satu sekolah di setiap provinsi ada yang sudah siap menyelenggarakan UNBK,” ujarnya.

Terkait pengadaan komputer, Mendikbud meminta agar tidak disalahartikan. Komputer tersebut bukan untuk ujian, tetapi kebutuhan belajar mengajar. Ia mengatakan, komputer tersebut menjadi aset yang bisa digunakan secara kontinu untuk proses belajar dan mengajar siswa di SMK.

“Jangan salah asumsi. Itu bukan balanja komputer untuk ujian, tetapi belanja komputer untuk belajar. Manfaat pembelajaran berbasis komputer ini tentu lebih banyak, terutama teknik ujian dan pembelajaran lebih banyak pilihan dan tidak kalah penting ini teknik pembelajaran abad 21,” ujarnya.

Pada hari yang sama dikemukakan juga oleh Kepala Bidang Analisis dan Sistem Penilaian, Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud, Suprananto, dalam Dialog Pendidikan UNBK 2016 di Lembaga Penjaminan  Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalimantan Barat, di Pontianak. Suprananto mengatakan, pelaksanaan UNBK juga perlu persetujuan siswa. “Jangan sampai sekolah ingin menggunakan UNBK, sementara ada siswa ingin memakai naskah soal,” katanya

Dalam pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK), sekolah perlu menyiapkan sarana dan prasarana pendukung, fasilitas paling penting adalah ketersediaan komputer. Sekolah yang akan memakai sistem ini pun harus telah memiliki kesiapan sarana dan prasarana.

Ia menegaskan, sekolah tidak boleh membebani siswa dalam penyelenggaraan UNBK (surat edaran bisa dilihat di sini)  Perlu ada koordinasi antara sekolah dengan berbagai pihak terkait tentang pembagian sumber daya yang ada untuk menunjang pelaksanaan UNBK.
“Sekolah-sekolah yang sudah siap menggelar UNBK bisa langsung berkoordinasi dengan dinas pendidikan kabupaten/kota. Kemudian proses verifikasi pun dilakukan,” kata Suprananto.

Jadwal pelaksanaan ujian nasional berbasis computer (UNBK) berlangsung pada 4 s.d 12 April 2016. Tahun 2016 ini ada 1.063.382 siswa yang akan mengikuti UNBK. Mereka tersebar di 34 provinsi pada 408 kabupaten/kota. 

 

 

(Sumber kemendikbud & republika)

Comments