Pada tanggal 30 hingga 31 Juli 2026, telah dilaksanakan kegiatan pelayanan dan pembinaan rohani di Sekolah Bukit Pengharapan Bangsa, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Kunjungan dan pelayanan ini dipimpin langsung oleh Bapak Denny Widya, yang merupakan Pengurus Majelis Pendidikan Kristen (MPK) Indonesia serta anggota Tim PKM (Profesional Kristen Mengajar). Kegiatan ini melibatkan ratusan siswa dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang bergabung dalam suasana kebersamaan dan sukacita. Sekolah yang baru saja memasuki tahun ajaran baru ini memiliki karakteristik khusus, di mana 70% siswanya tinggal di asrama Wisma Kasih Bukit Pengharapan. Para siswa berasal dari berbagai latar belakang, termasuk keluarga Kristen, Buddha, dan Muslim yang tinggal di daerah pedalaman Kalimantan Barat dengan kondisi ekonomi yang sederhana.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelayanan langsung kepada para siswa SD dan SMP, yang diabadikan melalui sesi foto bersama yang penuh sukacita. Pada malam harinya, agenda dilanjutkan dengan ibadah pujian dan penyembahan bersama anak-anak asrama Wisma Kasih Bukit Pengharapan. Ibadah ini berlangsung dengan sangat khidmat dan penuh makna, terlebih karena banyak di antara siswa asrama yang berasal dari keluarga non-Kristen yang baru saja menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka. Keberagaman latar belakang ini menjadi fondasi yang kuat bagi para siswa untuk senantiasa mengandalkan Tuhan dalam menghadapi masa depan.

Selain berfokus pada pembinaan karakter dan rohani siswa, kegiatan ini juga memberikan perhatian khusus pada penguatan kapasitas para pendidik. Bapak Denny Widya beserta tim melakukan sesi berbagi kepada guru-guru Kristen di Kabupaten Sanggau. Sesi ini bertujuan untuk menguatkan komitmen mereka dalam melaksanakan Amanat Agung di tengah panggilan mulia sebagai seorang pendidik. Acara dilanjutkan dengan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) serta doa bersama, baik untuk guru maupun siswa asrama, agar senantiasa diberikan kekuatan oleh Tuhan. Pada kesempatan tersebut, doa khusus juga dipanjatkan bagi Ketua Yayasan, Kepala Sekolah, dan seluruh staf yayasan, agar mereka senantiasa diberi keteguhan hati dalam menjalankan pelayanan pendidikan yang berat namun mulia ini, khususnya dalam mendampingi siswa-siswi dari latar belakang ekonomi yang terbatas.

