MPK Indonesia
GRACE OPE
Menu

ROUNDTABLE MPK-PGI 2026: Dari Keprihatinan Menuju Gerakan Transforamasi Sekolah Kristen

IT MPK Indonesia14 Agustus 2026Artikel
ROUNDTABLE MPK-PGI 2026: Dari Keprihatinan Menuju Gerakan Transforamasi Sekolah Kristen

Pada 11–12 Agustus 2026, MPK Indonesia bersama PGI mempertemukan pimpinan sinode, gereja, yayasan, dan pengelola pendidikan Kristen dalam Roundtable MPK–PGI 2026: Transformasi Sekolah Kristen.

Pertemuan ini lahir dari sebuah keprihatinan sekaligus pengharapan: di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pendidikan Kristen, gereja dan sekolah tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Transformasi membutuhkan sebuah gerakan bersama.

DARI KRISIS MENUJU KOMITMEN

Seluruh perjalanan Roundtable dibangun melalui sebuah alur yang jelas:

KRISIS → KESADARAN → VISI → TRANSFORMASI → KOLABORASI → KOMITMEN → AKSI

Peserta diajak melihat dengan jujur realitas dan tantangan pendidikan Kristen, kembali memahami hakikat Sekolah Kristen yang sejati, kemudian belajar bagaimana transformasi dapat dilakukan melalui praktik baik, kolaborasi, pendampingan, dan keterlibatan seluruh ekosistem pendidikan.

Transformasi pendidikan Kristen memang tidak dapat dikerjakan sekolah sendirian. Dibutuhkan keterlibatan Gereja, Sinode, Yayasan, Sekolah, MPK, PGI, Pemerintah, dunia usaha, alumni, dan seluruh pemangku kepentingan.

Roundtable sengaja dirancang bukan sebagai seminar satu arah. Peserta berdiskusi mengenai persoalan utama pendidikan Kristen, peran strategis gereja, bentuk kolaborasi yang dibutuhkan, serta rekomendasi konkret kepada MPK dan PGI.

Prosesnya bergerak dari:
Diskusi Kelompok → Ringkasan → Presentasi Sinode → Komitmen Bersama.

Setiap sinode kemudian didorong merumuskan langkah nyata sesuai kondisi dan kapasitas masing-masing.

Di sinilah Roundtable mulai berubah dari sebuah pertemuan menjadi sebuah gerakan.

23 SINODE MENYATAKAN KOMITMEN BERSAMA

Puncak Roundtable adalah ketika 23 Sinode menandatangani komitmen bersama untuk mendorong transformasi pendidikan Kristen.

Komitmen tersebut mencakup semangat untuk:

  1. Menjadikan pendidikan Kristen sebagai prioritas pelayanan gereja dan sinode.
  2. Mendorong sekolah Kristen menjadi semakin berkualitas, relevan, dan berdampak.
  3. Memperkuat kepemimpinan, guru, tata kelola, dan sumber daya sekolah.
  4. Mendukung proses transformasi sekolah secara berkelanjutan.
  5. Membangun budaya berbagi praktik baik, mentoring, pendampingan, dan pembelajaran.
  6. Memperkuat jejaring serta kolaborasi lintas sinode.
  7. Saling mendukung dan berbagi sumber daya demi kemajuan sekolah Kristen.

KOMITMEN MULAI MENJADI AKSI

Yang menggembirakan, komitmen tersebut langsung mulai menghasilkan langkah konkret.

Sejumlah sinode menyatakan kesiapan mengikutsertakan sekolahnya dalam Program Sekolah Transformasi (ST).

GMIT NTT, Gereja Toraja, GKE, Methodist Wilayah 2, HKBP, GPM, dan GKP termasuk yang telah menyatakan komitmen awal, sementara GMIBM meminta sesi khusus untuk mempelajari program lebih lanjut.

Beberapa sekolah juga mulai menyatakan minat menjadi Sekolah Percontohan dan mengirimkan kepala sekolah atau guru untuk mengikuti training.

PAUD 1000 — MEMBANGUN DARI FONDASI

Gerakan ini juga melihat jauh ke depan melalui PAUD 1000 MPK.

Sebanyak 11 Sinode menyatakan ketertarikan awal terhadap program ini.

Langkah selanjutnya adalah penjaringan Calon Sekolah dan Calon Mentor, sebagai persiapan menuju Tahun Ajaran 2027/2028.

Ini bukan hanya berbicara tentang mendirikan atau memperbaiki sekolah.

“Kita sedang berbicara tentang membangun fondasi generasi sejak usia dini dan meninggalkan warisan iman bagi generasi Indonesia berikutnya.”

SEBUAH KESADARAN BARU SEDANG TUMBUH

Roundtable MPK–PGI 2026 memperlihatkan satu hal penting bahwa Transformasi sekolah Kristen bukan tanggung jawab satu sekolah, satu yayasan, satu sinode, bahkan satu organisasi. Ini adalah panggilan bersama.

Gereja perlu kembali memberi perhatian kepada pendidikan.
Yayasan perlu memperkuat tata kelola dan kepemimpinan.
Kepala sekolah perlu memimpin perubahan.
Guru perlu terus bertumbuh dan menjadi teladan.
Sekolah perlu saling belajar.
Sinode perlu membuka jejaring dan sumber daya.
MPK dan PGI perlu terus membangun ekosistem kolaborasi.

Karena pada akhirnya yang sedang kita perjuangkan bukan sekadar keberlangsungan sekolah Kristen, tetapi lahirnya sekolah Kristen yang relevan, tangguh, berkualitas, berdampak, dan berpengharapan bagi generasi Indonesia.

DARI ROUNDTABLE MENUJU GERAKAN BERSAMA

Roundtable telah selesai. Namun perjalanan transformasi baru dimulai.

23 Sinode telah menyatakan komitmen.
Puluhan sekolah mulai membuka diri terhadap proses transformasi.
11 Sinode mulai melihat peluang melalui PAUD 1000.

Benih telah ditanam. Sekarang dibutuhkan kesetiaan untuk menyiram, merawat, berkolaborasi, dan berjalan bersama.

Kita percaya transformasi sebesar ini tidak mungkin hanya mengandalkan kekuatan manusia.

Kiranya Tuhan sendiri yang memimpin gerakan ini, mempertemukan orang-orang yang tepat, membuka jalan dan menyediakan sumber daya, serta memakai Gereja, Sinode, Yayasan, Kepala Sekolah, Guru, MPK, PGI, dan seluruh mitra untuk menghadirkan pembaruan pendidikan Kristen di Indonesia.

Bersama MPK–PGI, kita melayani.
Bersama Sinode, kita berkolaborasi.
Bersama Sekolah, kita bertransformasi.

Untuk generasi yang unggul, adaptif, dan berkarakter Kristiani.
Bagi kemuliaan Allah.

Fructus in Altum — Berdampak, Berbuah dari Kedalaman Iman.

Bagikan Artikel

Kembali ke Daftar Artikel

Bantuan MPK

AI Assistant
🔒 Privasi / Privacy: Jangan masukkan data pribadi sensitif (KTP, password, info bank). / Do not input sensitive personal data.
0/500

Powered by AI • Dukungan Dwi Bahasa