Everyday Blessing: SILENCE (HENING)

Gambar/Ilustrasi: Nick Fewings on Unsplash

đź“–Habakuk 2:20
(20)Tetapi TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan-Nya, ya segenap bumi!

“Penyembahan kepada Tuhan dengan berdiam diri dalam keheningan adalah cara paling pasti untuk memberikan kemuliaan yang menjadi hak-Nya.”

– Andrew Murray

Hening dan berdiam diri merupakan perjuangan bagi kebanyakan orang. Tetapi dengan hening dan berdiam diri, kita menenangkan jiwa dan roh kita ketika menghampiri Tuhan. Kesendirian dengan Tuhan memungkinkan kita untuk menyegarkan, memfokuskan kembali, dan mengisi ulang diri dalam hadirat Tuhan.

Habakuk dalam keheningannya mengalami persekutuan terdalam dengan Tuhan. Keheningan dalam persekutuan dengan Tuhan adalah sikap yang memposisikan kita untuk bersekutu dengan Tuhan dan menerima pesan apa yang harus kita lakukan dalam setiap aspek kehidupan kita.

Tuhan terkadang menggunakan keheningan agar kita dapat mendengar apa yang ingin Ia katakan kepada kita dan melihat apa yang Ia coba tunjukkan kepada kita selama ini. Waktu hening berdua dengan Tuhan adalah ruang kita mempraktikkan disiplin spiritual. Dalam keheningan dan kesunyian, kita belajar untuk tetap tenang di hadirat Tuhan. Hening dan diam di hadapan Tuhan merupakan respon khidmat saat kita menyembah Dia.

Keheningan membuat kita fokus pada kedaulatan Tuhan. Di dalam keheningan di hadapan Tuhan, kita bisa mendapatkan istirahat. Keheningan membuat hati, pikiran, dan jiwa benar-benar merasakan hadirat Tuhan. Dalam keheningan, kita dapat mengakui bahwa Ia adalah Tuhan. Kita menundukkan hati kita di hadapan Dia dan berserah.

Tuhan sangat ingin menarik kita ke dalam hubungan yang intim dengan-Nya. Saat kita hening dan diam, Tuhan memuaskan kita dengan segala kebaikan-Nya (Mazmur 65:4).

Mari kita luangkan waktu untuk berdiam diri dalam keheningan. Tidak ada musik. Tidak terburu-buru. Hanya waktu hening untuk menerima, merenungkan, dan berdiri dalam kekaguman akan Tuhan dan rencana-Nya.

MISI: Sediakan waktu untuk berdiam diri untuk menerima, merenungkan, dan berdiri dalam kekaguman akan Tuhan dan rencana-Nya.

DOA: Tuhan Yesus, aku mau berdiam diri di hadapan Engkau dan menyembah Engkau dengan segala keberadaanku. Aku mau mendengarkan Engkau dan menikmati hadirat-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin.

Disusun oleh: Tim Task Force Doa &  Konseling

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *