Everyday Blessing: WHO (SIAPA)

Gambar/Ilustrasi: Joe Shields on Unsplash

đź“–2 Samuel 7:18
Doa syukur Daud
(18) Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: “Siapakah aku ini, ya Tuhan ALLAH, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?

“Siapapun aku, Engkau tahu, ya Tuhan, aku milik-Mu!”

– Dietrich Bonhoeffer

Sikap seperti apa yang harus kita jaga di hadapan Tuhan untuk menyadari siapa diri kita di hadapan-Nya? Dalam hidup, kadang-kadang kita lupa siapa diri kita. Merasa hebat dengan segala yang kita punya, merasa tidak memerlukan Tuhan, dan merasa kecewa dengan apa yang tidak kita dapat dalam hidup.

Keberhasilan dan rasa aman kerap membuat kita terlena. Ada ungkapan yang berbunyi, “Iman seseorang teruji saat dia berada di titik terendah dan titik puncak kehidupannya.” Tatkala Daud berada di puncak kejayaannya, di mana Tuhan telah mengaruniakan keamanan kepadanya terhadap semua musuh di sekelilingnya, Daud tak berpuas diri. Sebaliknya Daud terpikir untuk mendirikan rumah bagi TUHAN.

Namun Tuhan berfirman, “Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian… Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya.” Atas hal ini Daud pun berkata, “Siapakah aku ini, ya Tuhan ALLAH, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?”

Sikap Daud ini menunjukkan penyerahannya pada Tuhan. Ia tidak kecewa karena ia tidak bisa mendirikan Bait Allah. Sebaliknya Daud fokus pada hal yang bisa ia lakukan, yaitu mempersiapkan segala sesuatunya dengan terperinci.

Hari ini kita diingatkan untuk memiliki sikap hati yang benar. Jawaban Daud menyadarkan betapa pentingnya menyadari siapa diri kita di hadapan Tuhan.

Siapakah kita ini sehingga beroleh kasih karunia Tuhan. “Siapakah aku ini, Tuhan” agar kita tak lupa diri. Agar kita senantiasa diingatkan akan kemurahan, kebaikan, dan kelimpahan kasih setia Tuhan di dalam hidup kita.

MISI: Jaga kerendahan hati di hadapan Tuhan. Peliharalah sikap di mana kita merasa nyaman dengan apa yang telah Tuhan karuniakan bagi kita baik di masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.

DOA: Siapakah aku ini ya Tuhan sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian? Bukankah Engkau yang mengenal hamba-Mu ini, ya Tuhan Allah? Ku mau selalu bersyukur untuk segala hal yang telah Kau perbuat dan akan Kau lakukan dalam hidupku. Dalam nama Yesus. Amin.

Disusun oleh: Tim Task Force Doa &  Konseling

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *