Everyday Blessing: LATE (TERLAMBAT)

LATE (TERLAMBAT)

Gambar/Ilustrasi: Nicola Bartsio on Pexels

📖Wahyu 15:5-8
(5) Kemudian dari pada itu aku melihat orang membuka Bait Suci kemah kesaksian di sorga. (6) Dan ketujuh malaikat dengan ketujuh malapetaka itu, keluar dari Bait Suci, berpakaian lenan yang putih bersih dan berkilau-kilauan dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. (7) Dan satu dari keempat makhluk itu memberikan kepada ketujuh malaikat itu tujuh cawan dari emas yang penuh berisi murka Allah, yaitu Allah yang hidup sampai selama-lamanya. (8) Dan Bait Suci itu dipenuhi asap karena kemuliaan Allah dan karena kuasa-Nya, dan seorangpun tidak dapat memasuki Bait Suci itu, sebelum berakhir ketujuh malapetaka dari ketujuh malaikat itu.

Tanpa sadar, penundaan itu membawa kita melewati point of no return. Hasilnya, kepribadian kita berubah secara permanen, amarah kita berujung petaka, atau relasi kita dengan seseorang terputus untuk selamanya. Hal yang paling mengerikan dari segalanya adalah point of no return yang bernama “neraka”. Itu adalah tempat di mana Tuhan berkata: “Sudah terlambat, anak-Ku!”

Di dalam dunia penerbangan dikenal istilah point of no return (titik tidak bisa kembali). Istilah itu digunakan untuk menegaskan bahwa penerbangan harus dilanjutkan sampai ke tujuan. Istilah itu kemudian menjadi analogi untuk setiap proses yang tidak dapat dihentikan atau dikembalikan ke kondisi semula.

Tepat seperti itulah yang terjadi dalam bacaan hari ini. Tujuh malaikat menerima tujuh cawan murka Allah untuk dicurahkan ke atas bumi (5-7). Segera setelah mereka berangkat, Bait Suci di surga, tempat kediaman Allah, tertutup bagi siapa pun (8). Tidak ada lagi yang bisa datang mendekat untuk menaikkan syafaat. Tidak ada lagi negosiasi. Seperti pintu bahtera Nuh yang ditutup rapat menjelang air bah, pintu pengampunan Allah tertutup rapat sampai murka-Nya selesai tercurah.

Hal itu membuat kita harus evaluasi hidup spiritual kita. Ada banyak hal yang tidak selalu kita hargai dalam hidup salah satunya adalah pengampunan Allah. Buktinya, kita sering menunda untuk bertobat atau mengampuni orang lain. Kita berpikir, “Masih ada hari esok.” Padahal, hari esok belum tentu datang.

Mari kita belajar mensyukuri waktu yang ada selagi kita masih bisa bertobat. Mari kita belajar menghargai setiap kesempatan mengaku dosa kepada Allah. Mengapa kita mau binasa dalam kekekalan hanya karena tidak mau mengambil waktu barang sejam saja untuk bertobat dan meminta ampun kepada Allah?

Cawan-cawan murka Allah akan tersedia pada akhir zaman. Namun, sesungguhnya samudera pengampunan telah disediakan Allah melalui karya salib Kristus dua ribu tahun yang lalu. Jika kita mengaku dosa-dosa kita saat ini, maka Ia akan menyucikan kita dari segala kejahatan (1 Yoh. 1:9).

Misi : Tidak terlambat untuk hidup memperkenankan hati Tuhan & mempersiapkan diri menjadi mempelai Kristus.

Doa : “Tuhan tolong kami untuk tidak terlambat melakukan kehendak-Mu dan menggenapi rencana-Mu dalam hidup kami dengan menjalankan Misi Amanat Agung TUHAN dan selalu siap menantikan kedatangan-Mu yang kedua kali. Amin📖🙏

Disusun oleh: Anastasia H. Djena, M.Miss. (Bidang 4 MPK Indonesia: Komisi Doa dan Misi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *