Location, Jakarta,Indonesia
(021) 29022086

Everyday Blessing: LOVE GOD (MENGASIHI TUHAN)

📖Yohanes 14:-15-18
(15) “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. (16) Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, (17) yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. (18) Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.

Hidup Mengasihi adalah perintah Tuhan Yesus. Tuhan Yesus berkata : Jikalau kita mengasihi Tuhan Yesus adalah dengan melakukan perintah-Nya. Bagi Yesus, bukti bahwa kita adalah pengikut-Nya adalah mengasihi-Nya. Dan, ketika kita mengasihi-Nya, kita akan mengikuti perintah-Nya (15).

Perintah mengasihi ini penting karena para murid akan ditinggal pergi oleh Yesus. Namun, Yesus tidak akan meninggalkan mereka seperti yatim piatu, sebab di tengah-tengah mereka akan hadir Penolong yang akan menyertai mereka. Penolong itu disebut Roh Kebenaran (16-17). Yesus juga berjanji akan datang kembali (18).

Mengikuti sebuah komunitas membutuhkan sebuah bukti. Demikian juga dalam mengikut Yesus. Bukti yang Yesus inginkan bukan sekadar keaktifan melayani, bukan pula hanya dengan menerima baptisan atau perjamuan kudus. Bukti yang Yesus inginkan adalah hidup dalam kasih kepada-Nya.

di masa penantian kedatangan Yesus kedua kali inilah kita sebagai murid Kristus membutuhkan hidup yang saling mengasihi. Dengan saling mengasihi, kita sebagai murid Kristus akan merasakan kasih Bapa sehingga mampu menjadi saksi yang memperkenalkan Yesus sebagai Juruselamat manusia.

Pernyataan Yesus ini mengundang pertanyaan dari Yudas: mengapa Yesus hanya menyatakan diri kepada para murid? Jika Yesus menyatakan diri kepada dunia, pikir Yudas, hasilnya mungkin akan berbeda. Yudas lupa bahwa Yesus pernah mengatakan bahwa dunia tidak menerima Roh Kebenaran itu. Justru karena itu, para murid diperlengkapi dengan Penghibur, yaitu Roh Kudus, untuk bersaksi kepada dunia. Kesaksian para murid dalam hal saling mengasihi akan menjadi bukti bahwa Yesus dan Bapa mengasihi semua umat manusia.

Sejarah gereja menunjukkan bahwa salah satu kekuatan dan karakter kekristenan yang membuatnya tetap bertahan di tengah tantangan dunia adalah cinta kasih.

Sayangnya, kini kita sering menemukan bahwa cinta kasih hanya berakhir dalam rangkaian kata-kata indah, tetapi meredup dalam aktivitas kehidupan. Jika kita menyandang identitas sebagai pengikut Kristus, maka buktinya adalah kita hidup dalam cinta kasih seperti yang ditunjukkan Yesus. Marilah kita hidup mengasihi Tuhan dengan menjalani setiap perintah Tuhan bagi hidup kita.

Misi: Mengasihi Tuhan dengan menjalankan perintah Tuhan

Doa: Ya Tuhan, Terima kasih telah mengasihi kami. Tolong kami Mengasihi-Mi Tuhan dengan melakukan perintah-Mu. Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus. Amin.

Gambar/ilustrasi/cover:

Disusun oleh: Tim Task Force Doa &  Konseling

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *